Eggnog Recipe

Eggnog, or egg nog, is a sweetened dairy-based beverage traditionally made with milk and/or cream, sugar, and whipped eggs. Eggnog is traditionally consumed throughout Canada and the United States around Christmas. - Wikipedia


This was my first time making Eggnog, and it's very easy to make. I got this recipe from my friend and my cousin in law, Felix, hehe.. Thank you for sharing the recipe! It reminds me of my Christmas time in America 4 years ago.. :p

Merry Christmas and Happy New Year to you all! *cheersss* :D



EGGNOG RECIPE
(+ 10 servings)

Ingredients:

900 ml full cream milk
450 ml heavy cream
10 egg yolk
1 tablespoon vanilla extract
450 ml baileys
200 g sugar (or without sugar)
1 stick cinnamon
1/4 grated nutmeg

How to make:

* Mix the milk, cream, baileys, vanilla extract, cinnamon, nutmeg.
* Put on the heat (low heat) until simmer.
* On other bowl, put the egg yolk and sugar. Mix it through.
* Pour the milk mixture very slowly to the egg mixture. Mix it constantly.
* Transfer it to other bowl or container (use the strainer).
* Ready to serve.




FlashBack 2014

Gak berasa, dalam 15 hari lagi kita akan memasuki tahun 2015.. So, di post kali ini aku mau sedikit flashback tentang semua kebaikan Tuhan selama tahun 2014 :) Tahun 2014 buat aku merupakan tahun yang penuh dengan moment-moment special and membawa perubahan besar banget buat hidup aku..


  • First, di awal tahun ini (tepatnya tanggal 7 Januari 2014) aku harus meninggalkan tanah air Indonesia (duh, jadi puitis banget bahasanya :p) and pindah ke negara kangguru, tepatnya di kota Melbourne. Ini salah satu perubahan besar yang terjadi di hidup aku di tahun 2014..

  • Kedua, tentu saja moment yang paling special, yaitu pernikahan aku dan DM pada tanggal 8 Februari 2014 :) Akhirnya di tahun ini status aku berubah jadi isteri, dan selama 10 bulan lebih ini kita udah ngalamin perjalanan and proses yang seru banget bersama Tuhan as a husband and wife.. Thank You, God for your special present in this year.. We are no longer two, but one :)

  • Ketiga, gak lama setelah menikah, kita pindahan rumah dari daerah east ke west.. Bersyukur banget buat rumah yang kita tinggalin sekarang, bener-bener Tuhan yang sediain (kamu bisa baca kisahnya di post-post aku sebelumnya) dan bersyukur bisa tinggal di daerah west.. Bisa punya komunitas di sini (especially sisterhood group, kumpulan para isteri yang cinta Tuhan, hehe..) and temen-temen yang helpful.. It's really a blessing from God, terutama buat aku yang baru pindah ke sini and awalnya gak kenal siapa-siapa, hehe.. Grateful!

  • Keempat, soal kerjaan.. wow.. banyak banget yang Tuhan kasih di tahun ini.. Aku bisa kerja di cafe selama 7 bulan, sempet nulis artikel buat majalah Indo di sini, dapet kesempatan buat ngajar anak-anak bahasa Indonesia.. DM juga pas awal tahun ini bisa dapet kerjaan baru.. Secara financial, Tuhan juga bener-bener cukupin, bahkan kita bisa nabung.. We can see how God provides everything that we need.. And sekarang aku lagi dalam proses untuk buka family daycare :)

  • Kelima, di tahun ini aku bener-bener ngalamin yang namanya pembentukan karakter. Tuhan kayak lagi hancurin kesombongan aku and semua karakter aku yang masih perlu dibentuk. Bayangin aja, Tuhan mau aku untuk ngelepas semua hal yang aku udah bangun selama di Indo (pelayanan or gereja misalnya) dan harus mulai semuanya dari nol lagi. Aku harus mulai adaptasi lagi, kenalan lagi sama orang-orang baru, istilahnya ya jadi jemaat biasa lagi, hehe.. harus mulai bangun Little Candles dari awal lagi.. Sempet sih rasanya kayak gak bisa terima, kenapa aku harus lewatin proses kayak gini lagi.. Padahal dulu di Indo udah jadi "jagoan" dalam pelayanan, haha.. And aku sadar kalo aku udah sombong.. Tuhan mau supaya aku bisa punya a humble heart.. karena itu yang lebih penting, dibanding punya pelayanan hebat.. So, di tahun ini (terutama setelah menikah) aku dan DM kayak lagi ambil "rehat" dulu dalam pelayanan. Tujuannya, supaya bisa enjoy marriage life dulu (termasuk konflik-konflik di dalamnya, hehe..) and aku bisa ambil waktu tenang juga untuk adaptasi sama kehidupan baru aku di Melbourne ini. Dibandingin sama dulu (waktu aku baru pertama dateng), sekarang aku udah terbiasa hidup di sini and udah much much better banget. I can feel like HOME now.. :)

Masih banyak lagi hal-hal lain yang terjadi di tahun 2014, but gak mungkin aku tulis semuanya :p Intinya, aku bersyukur banget for God's faithfulness!! Tuhan yang udah setia terus menyertai aku, selama aku di Indo, selama aku di Melbourne, setia dalam pernikahan aku, and Tuhan yang udah jadi my BEST FRIEND ever, terutama di saat aku lagi ngerasa sendirian or waktu aku lagi stress sama kehidupan aku yang baru, hehe.. God is Faithful :)

So, now I'm excited for 2015!! Banyak banget harapan, rencana dan kerinduan kita buat tahun depan, but kita mo serahin semuanya ke tangan Tuhan.. Satu hal yang pasti, Tuhan yang sama dan tangan yang sama yang udah menolong kita di tahun 2014 ini, juga akan setia menyertai kita di tahun 2015.. Amin :)


MERRY CHRISTMAS 2014
and
HAPPY NEW YEAR 2015



I Love Him Anyway

Dalam setiap pernikahan pasti ada yang namanya konflik.. kalo gak pernah ada konflik, hmm.. berarti mereka mungkin belom pernah tinggal bareng kali ya, haha.. Artikel kali ini aku mau tulis khusus buat temen-temen yang baru pada married, or yang lagi pada persiapan married.. Aku bisa bilang kalo pernikahan itu seru banget! And pastinya, kita jadi bisa belajar dan ngalamin kasih Kristus lebih lagi, melalui pasangan kita :)

Aku akhir-akhir ini lagi baca devotion dari buku Sacred Marriage (Gary Thomas), and di salah satu devotion-nya dia cerita tentang pengalaman satu pasangan suami-istri. Intinya, si istri ini berusaha untuk bisa mengubah suaminya, karena si suami ini keliatannya kayak kurang romantis. Pas Valentine, si suami cuma kasih kartu dan di dalemnya gak ditulis apa-apa, cuma ditulisin nama dia doang, haha.. Trus parahnya lagi, pas anniversary, si suami gak inget and gak ngasih apa-apa ke istrinya. Padahal si istri udah berusaha kasih hadiah macem-macem ke dia. Si istri ini juga udah coba kasih ke suaminya beberapa buku tentang how to love your spouse.. but suaminya gak tertarik buat baca tuh buku sama sekali, hahaha.. Tapi at the end, respon istrinya ini loh yang mantep, dia bilang, "I've realized it's never going to change.. But I love him anyway." :)

Gak lama setelah aku baca artikel ini, aku ngalamin konflik sama si DM, hehe.. Biasa deh, yang satu maunya A, yang satu maunya B.. And sempet bikin aku kesel.. huh.. But after that, kita pemberesan, kita cari solusinya.. and aku keinget devotion yang aku baca itu :p Lucunya pas lagi kesel-kesel gitu, aku bilang ke DM.. "I kesel sama u.. tapi tetep sayang.." (wkwkwk..) dan aku jadi ngerasa lucu sendiri.. koq bisa ya, kita tetep sayang dan mengasihi orang yang kita udah paling tau jelek-jeleknya dan paling sering konflik sama kita, haha.. koq bisa ya si DM tetep sayang dan mengasihi aku juga, padahal dia udah liat semua jelek-jeleknya aku.. Itulah indahnya pernikahan di dalam Tuhan :)


Luke 6:32-36 (NIV)

32 “If you love those who love you, what credit is that to you? Even sinners love those who love them. 33 And if you do good to those who are good to you, what credit is that to you? Even sinners do that. 34 And if you lend to those from whom you expect repayment, what credit is that to you? Even sinners lend to sinners, expecting to be repaid in full. 35 But love your enemies, do good to them, and lend to them without expecting to get anything back. Then your reward will be great, and you will be children of the Most High, because he is kind to the ungrateful and wicked. 36 Be merciful, just as your Father is merciful.


That's why dalam pernikahan, kita perlu yang namanya kasih Kristus.. to love our spouse "anyway", not to love him "because".. Sama seperti Kristus mengasihi kita, bukan karena perbuatan baik kita.. Tapi Dia mengasihi kita, ketika kita masih berdosa.. God loves us anyway!

Jenis kasih yang kayak gini nih yang bisa bikin pernikahan kita tetep bertahan and tetep kuat. Banyak pasangan yang akhirnya bercerai karena mereka cuma bisa mengasihi pasangan mereka kalau pasangannya bisa jadi seperti yang mereka harapkan. But masalahnya, kita menikah sama manusia (bukan sama malaikat kan? haha..) yang gak sempurna and gak bisa selalu sesuai sama harapan kita. Itulah serunya pernikahan! :p Kita jadi dapet banyak kesempatan untuk praktekin kasih Kristus setiap hari kepada pasangan kita yang gak sempurna.. karena kalo kita cuma mengasihi orang yang mengasihi kita or selalu berbuat baik sama kita, apa bedanya kita sama orang-orang di luar Tuhan? :)


To love anyway is to love like God and to learn about God's love for us, who loves the "ungrateful and wicked". That's love, Jesus style. Let's love like that. - Gary Thomas





LITTLE CANDLES (Part 2)

Buat kalian yang ngikutin blog ini dari dulu, pasti udah familiar sama yang namanya LITTLE CANDLES :) Buat yang belom tau apa itu Little Candles, bisa coba baca artikel-artikel aku sebelumnya (kamu bisa klik di label "Little Candles" atau "Kids").


Sejak aku pindah ke Melbourne, aku baru sadar kalo ternyata Little Candles yang dulu aku buat di rumahku di Jakarta itu sebenernya sama kayak family daycare di sini. Padahal dulu aku gak tau sama sekali yang namanya family daycare itu apaan, haha.. I got a vision about Little Candles from God, and bener-bener jalanin itu semua dalam arahan Tuhan.. dari ruangannya, anak-anaknya, all the kids stuff, activites-nya, dll. Ternyata oh ternyata.. Little Candles itu ternyata adalah family daycare.. haha.. and Tuhan punya rencana di balik itu semua :)

Awal-awal pindah ke Melbourne, aku masih gak jelas rasanya mau ngapain di sini, hehe.. So aku isi waktu aku dengan kerja part-time di cafe, but I know ini cuma bakal jadi kerjaan aku sementara and gak mungkin selamanya aku kerja di cafe ini.. Aku sering banget doa and tanya ke Tuhan, "Lord, what do you want me to do here in Melbourne?" Rasanya pengen gak cuma sekedar kerja or cari duit, but to do something that I'm passionate about.

Akhirnya beberapa waktu yang lalu, ada beberapa temen dari gereja yang lagi nyari orang untuk bisa jagain anaknya (karena di sini kan ga ada pembantu/nanny, hehe..) and aku bersedia jadi volunteer buat mereka. And dari sejak itulah, visi tentang Little Candles ini muncul lagi :p Terutama sejak aku tinggal di daerah west Melbourne yang kebanyakan komunitasnya keluarga muda and banyak anak-anak kecil. Jadi rindu banget rasanya untuk punya family daycare (alasan utamanya bukan karena mau bisnis/cari uang), but I wanna bless the community, the young families, the parents and the children of course! Biar daycare ini one day bisa jadi jawaban buat para parents yang lagi kebingungan, hehe.. And bisa jadi tempat yang disukain anak-anak juga :)


But kali ini aku bener-bener harus mulai dari nol lagi, karena semua barang Little Candles di Indonesia gak ada yang aku bawa sama sekali, haha.. Mulai ngumpulin toys lagi, and ada orang-orang gereja yang donate juga karena mereka bener-bener support rencana aku untuk buka daycare ini :) Tiap kali jalan-jalan sekarang juga ngeliatinnya barang anak-anak, haha.. But bagus juga sih, jadi nanti kalo udah punya anak, mainannya udah banyak :p And anak kita nanti dari kecil (bahkan dari sejak bayi) udah bisa punya banyak temen and bisa belajar sharing barang-barang mereka sama anak-anak yang lain, which is good :) Selain itu, nanti kalo udah punya anak, aku juga bisa kerja di rumah and gak perlu nitipin anak ke daycare lagi pastinya, haha..

I'm also happy because I get a lot of support from my hubby. Lucu juga kadang-kadang dia pulang kerja, bisa bawain mainan, haha.. Dia jadi ikut bantu ngumpulin juga :p And kita lagi berdoa supaya one day Tuhan kasih kita rumah yang luas, supaya bisa ada ruangan khusus buat anak-anak. Sementara ini, kita set-up di ruang tamu.. jadi kalo ada anak-anak yang dateng, mereka udah bisa maen di sini :)




So now, I know what I want to do.. and what God wants me to do here in Melbourne :) Aku mau bener-bener serius jalanin daycare ini, and aku juga berani buat bayar harganya. Salah satunya, mulai tahun depan aku bakal ambil Childcare Course selama 6 bulan. Awalnya aku mikir, aku bakal nunggu PR (Permanent Resident) aku yang bakal keluar mungkin sekitar 2 tahun lagi, supaya aku bisa sekolah dengan harga yang lebih murah. But setelah doain, mikirin, konsultasi sama suami and pendetaku juga.. akhirnya aku (and suami) mutusin untuk bayar full fee!! "Are you crazy?" Yes, I am! Hahaha.. And aku rasanya bener-bener mantep sama keputusan ini :)

We know kalo harga yang kita bayar sekarang ini gak bakal sia-sia. Ini investasi buat generasi masa depan :) Aku juga gak mau cuma sekedar study gratis and then kerja trus dapet banyak duit.. but I wanna do it with love and passion that comes from God. Sesuai dengan visi Little Candles yang aku dapet tepat 3 tahun yang lalu: "Raising a new generation that will bring an influence and light into the world!" :)

So, please support us in prayer.. supaya Little Candles ini bisa berjalan sesuai yang Tuhan mau, and supaya God will provide everything that we need.. Pray so that Little Candles can be a blessing for the community, especially in Melbourne.. I'm so excited!! Yay!! :D


Passion is something that you do wholeheartedly even if you don't get paid. Not only that, you're even willing to pay the price for it.
What is your passion?



Don't Look Down! Look At Me!

Pernah ada dalam situasi sulit di mana kamu merasa takut, ragu, mau mundur dan menyerah?

***

Last weekend we had a family camp, together with our church.. seru banget! And the place is so beautiful! Kita nginep 3 hari di tenda.. acaranya ada ibadah bersama, family games, hiking dan jalan-jalan.. Salah satu tempat yang sempet kita kunjungin namanya The Balconies (kamu bisa coba search di google).

Awalnya aku gak berani jalan ke sana, karena ujungnya itu jurang. But karena liat si DM (and beberapa temen yang lain juga) pada ke sana, akhirnya aku juga jadi kepengen nyobain, meskipun jantung udah dag dig dug banget and kaki udah lemes duluan, hehe..

Pas pertama turun ke sana, masih belom terlalu serem. Masih lumayan lebar and aman jalannya :p But pas makin ke tengah, jalannya makin sempit and jurangnya mulai keliatan.. hiii.. serem banget pokoknya.. And pas di tengah-tengah itu aku sempet berhenti, kepengen nyerah and mo mundur aja rasanya.. "I don't think I can make it" (I talked to myself) apalagi pas liat ke bawah, and udah ngebayangin yang aneh-aneh, haha..

But di saat aku lagi ketakutan, DM (yang jalan di depan aku) tiba-tiba bilang 1 kalimat yang masih aku inget sampe sekarang. He said to me, sambil ulurin tangannya: "Don't look down! Look at me!" and abis itu, aku coba untuk gak liat ke bawah (ke jurang maksudnya), aku cuma liat ke si DM and follow him.. Akhirnya.. aku bisa juga sampe ke sana.. huaa.. Pas sampe di ujung, semua badan langsung lemes, haha.. but seneng banget rasanya :) Yes, I did it! Woohoo! We did it!




Dari situ aku belajar, sama kayak dalam kehidupan kita.. ada saatnya kita ngerasa takut, susah dan mau nyerah rasanya. Kita juga terlalu fokus sama jurang-jurang masalah kita. Kita udah takut sama hal-hal yang padahal belom terjadi, hehe.. But di saat seperti itu, Tuhan mo bilang ke kita (sambil ulurin tangan-Nya): "Don't look down! Look at Me!" Dia mau supaya kita fokus ke Dia, trust Him and follow Him.. He will always hold our hands and He will give us victory.. :)


Let us fix our eyes on Jesus, the author and perfecter of our faith, who for the joy set before him endured the cross, scorning its shame, and sat down at the right hand of the throne of God. - Hebrews 12:2



Pictures taken by David Horasio
Monday, 3 November 2014



Let's Talk About... SEX! (Part 2)

Gak lama setelah aku post artikel-ku sebelumnya, yang judulnya "Let's Talk About... SEX!" aku gak sengaja ngobrol sama satu temen kerjaku di cafe. Pas hari itu cafe juga lagi agak sepi, jadi gak ada kerjaan, hehe.. and kita punya banyak waktu buat ngobrol :p

Aku gak inget awalnya kita lagi obrolin apa, but tiba-tiba dia nanya ke aku: "So, how did you meet your husband?" Wah.. that's a long.. long.. story.. haha.. And akhirnya aku ceritain garis besar tentang our love story ke dia.. termasuk soal value kekudusan yang kita pegang selama masa pra nikah.. And dia bener-bener amazed banget pas tau kalo aku dan DM ini sama-sama belom pernah pacaran sebelumnya (the first and the last istilahnya), apalagi pas dia tau kalo kita ini jalanin hands-off relationship, and our first kiss is our wedding kiss.. Dia yang terkaget-kaget gitu deh pokoknya, wkwkwk..

Abis itu, gantian aku yang nanya dia, hehe.. "How about you? Do you have a boyfriend?" Temenku ini ceweq, sekitar umur 20 gitu kayaknya. And akhirnya dia cerita kalo dia dulu pernah punya cowoq, but putus karena LDR.. Trus baru-baru ini dia jadian sama satu cowoq (temen lama, trus ketemu lagi gitu) but dia rasanya kepengen putus sama cowoq ini, tapi gak tau gimana caranya.. And I said, "Why?!" (bukannya kerja di cafe, kita malah jadi konseling soal hubungan, haha..)

Dia cerita kalo awalnya hubungan ini oke-oke aja (namanya juga masih berbunga-bunga lha ya.. everything seems beautiful..) but lama-lama rasanya mulai boring.. nothing interesting.. sampe akhirnya.. (ini yang bikin aku deg-degan pas denger) si cowoq mulai minta sesuatu yang lebih (alias sex).. karena katanya sih, sama ceweq-ceweq dia sebelumnya juga begitu.. But temenku ini gak mau kasih, alasannya karena dia takut and dia masih virgin.. dia juga masih gak yakin sama hubungan ini.. that's why dia kepengen putus..

Di satu sisi, aku seneng karena denger dia masih virgin and gak ikutin kemauan si cowoq. Aku langsung bilang ke dia dengan tegas, "Yes.. he is not the right man for you!" and support dia untuk mutusin cowoqnya, hahaha.. But di satu sisi, I feel sad.. why? Karena melihat value kekudusan yang semakin bobrok di generasi ini.. My heart is broken.. :( :( :(

Temenku ini gak punya alasan yang kuat and dia gak ngerti kenapa dia harus menjaga kekudusan.. Intinya dia bilang, aku belom yakin sama hubungan ini jadi aku gak mau berhubungan sex, nanti kalo udah yakin baru aku kasih.. And aku langsung bilang, "NO WAY! Sex is only for married couple.. Meskipun udah yakin, harus tunggu sampai pernikahan baru boleh.." And menurut dia, sex before marriage itu cuma semacem cultural thing (sama kayak perceraian).. Apalagi di negara-negara barat kayak di Australia gini.. But you know what, semua itu bukan budaya.. semua itu dosa and kejahatan di mata Tuhan.. Jangan sampe kita tertipu, karena kita ngeliat hal ini udah jadi hal yang biasa di lingkungan temen-temen kita.. But sin is sin.. dosa adalah dosa.. and itu menyakiti hati Tuhan..

Selesai kerja hari itu, aku bener-bener kepikiran dia terus and bawa dia dalam doa. Terakhir sebelum pulang, kita udah gak bisa ngobrol banyak, jadi aku cuma encourage dia untuk terus menjaga kekudusan sampai pernikahan, and untuk berani mutusin cowoqnya juga, hahaha.. Oya satu hal lagi yang sempet bikin aku sedih, dari kasus dia aku gak ngeliat yang namanya peranan orang tua.. I don't thing her parent know about this.. Atau ortunya maybe tau but cuek aja, and gak ajarin value ke anak-anaknya.. I don't know.. But lewat hal ini aku juga jadi bisa belajar how to be a parent one day.. Kita harus tanemin nilai-nilai kekudusan, and kebenaran tentang sex ke anak-anak kita (our next generation) sebelum terlambat.. Jangan sampe mereka denger tentang sex dari pergaulan mereka.. But let them listen from the Word of God and from us as a parent..


How can a young man keep his way pure? By living according to your word.
- Psalm 119:9





30-Day Husband Encouragement Challenge

Akhir-akhir ini di Facebook (and social media) lagi banyak banget ya challenge macem-macem. Ada beberapa yang sempet aku ikutin, kayak Gratitude Challenge misalnya :) And aku mau share salah satu challenge yang lagi aku jalanin bareng ci Lia dkk (kita ada satu group buat para istri gitu, hehe..) kita sama-sama jalanin yang namanya "30-Day Husband Encouragement Challenge" yang kita dapetin bahannya dari sini:


Here is the challenge: For thirty days, don’t say anything negative to or about your husband. Also, say something positive to and about your husband each day.

Hari ini kita udah masuk ke hari 25, hehe.. And aku merasa diberkatin banget :) Jadi setiap hari ada topik yang berbeda-beda, yang bisa kita liat di link itu.. You can try and join this challenge too if you want! ^^


Dari challenge ini aku belajar how to be my husband's cheerleader and encourager everyday. Betapa pentingnya support seorang istri di balik kesuksesan seorang suami. Selain itu, aku juga belajar untuk focusing on his strengths, apa yang jadi kekuatan dia, admire and adore him.. rather than focusing on his weaknesses.

Ternyata jadi istri itu seru ya, hehe.. And aku masih terus belajar and belajar how to be a better wife everyday, in Godly ways tentunya.. :)

Next in October (start from tomorrow), aku mo mulai join yang namanya "31 Days of Praying for Your Husband" yang bakal aku post setiap hari juga on Facebook, or kamu bisa liat di link ini:


Bless your husband by praying for him!

“She does him good . . .” (Proverbs 31:12a)


Remember this:

* If your marriage is doing well, then that’s going to impact the whole body of Christ. If your marriage is not doing well, that’s going to impact the whole body of Christ.

* Marriage relationship is intended to be a picture—an earthly picture—of my relationship with my Heavenly Bridegroom, the Lord Jesus.

May God bless your marriage life! :)



Let's Talk About... SEX!

Yes... why not?!

Sex adalah salah satu topik paling penting yang harus kita bahas, khususnya di kalangan anak-anak muda. Banyak gereja yang "takut" mengangkat topik ini, karena kesannya mungkin tabu and sebaiknya jangan dibahas di dalam gereja. But bersyukur akhir-akhir ini banyak gereja yang mulai terbuka, dan banyak juga penulis-penulis Kristen yang mulai membahas tentang sex di dalam artikel-artikel mereka.

Generasi kita dan generasi di bawah kita, mereka perlu tau kebenaran tentang sex. Jangan biarkan mereka "tertipu" dengan semua film yang mereka tonton, buku yang mereka baca, or pergaulan and budaya yang mengajarkan tentang sex before marriage. They need to know about the TRUTH!

Jujur, I feel really really sad melihat kondisi generasi kita saat ini. Pasangan muda yang berpacaran, gampang sekali tergoda dan jatuh dalam hubungan sex sebelum menikah. Sebaliknya, pasangan yang sudah menikah, mereka malah kehilangan gairah untuk berhubungan sex dan mereka gak bisa menikmati keindahan sex yang Tuhan berikan.

SEX is a gift from God that you can open on your wedding day!

Not on the day before!


Sebagai wanita yang sudah menikah, I can say that sex is really really a beautiful gift from God :) That's because we open it on our wedding day, as our wedding present.. and we really enjoy it until now.. Bayangin kalau kita udah buka duluan "hadiah" ini sebelum kita menikah, it won't be precious and special anymore..

1Corinthians 7:14 says.. "The wife's body does not belong to her alone but also to her husband." Di ayat ini dibilang the WIFE (wanita yang sudah menikah) dan bukan wanita single. So selama kita masih single, kita masih punya hak atas tubuh kita dan gak ada satu orang pun yang berhak untuk merebut kekudusan tubuh kita.

Sewaktu aku masih single, I had a commitment (selain untuk pacaran satu kali seumur hidup) aku cuma mau menikahi pria yang bisa menjaga kekudusan dan menghargai komitmen aku dengan Tuhan. Pria yang juga punya standard kekudusan hidup yang sama. And thank God I've found that man, hehe.. Bahkan standard kekudusan kita bisa dibilang bener-bener tinggi :p

By the grace of God, kita berhasil jalanin hands-off relationship, no physical touch and berhasil untuk wujudin "my first kiss is my wedding kiss" juga di depan altar.. It's sooo beautiful!!! Gak bisa diungkapin pake kata-kata, hehe.. Aku masih inget after the wedding, si DM langsung peluk and rangkul aku terus, hihi.. And pas lagi foto post-wedding, dia juga langsung kiss aku terus, wkwkwk.. I can see how proud and how happy he is :) Pas di akhir acara wedding, aku juga sempet said thank you to him (in front of public) karena dia udah bener-bener menjaga kekudusan aku selama masa pacaran, karena dia udah berusaha untuk bener-bener gak menyentuh aku sama sekali, haha.. and I really appreciate it :)


So buat para single ladies, inget bahwa tubuhmu itu adalah Bait Allah.. it belongs to God and to your husband (later!) Don't open it until your wedding day.. jangan pernah turunin standard.. and you'll see how beautiful it is.. :)

Buat yang udah menikah, buat para istri.. remember that your body is no longer yours, but it belongs to your husband. Build intimacy in your marriage life (including sex). Serve your husband with all your heart and enjoy your intimacy with him.. Buat yang udah lama gak pernah physical touch, ayo mulai dibangun lagi.. Hug, kiss and cuddle your husband again.. :)

"It is our prayer that you and your spouse would see sex as a gift from God. A gift to be stewarded. A gift to be guarded. A gift to be enjoyed. And a gift to be shared together for God's glory and your good."

- Mark Driscoll



The Marriage Prayer

Akhirnya setelah melewati busy weeks, hari ini aku bisa off di rumah seharian :) And cuaca di sini hari ini enak banget, aku dari tadi jadi berasa kayak lagi ada di vila di Puncak gitu, hahaha.. *lebay* :p

Anyway, kali ini aku cuma mo share 1 lagu by John Waller yang judulnya "The Marriage Prayer".. I love this song! Sebelumnya, aku cuma tau lagu dia yang judulnya "As For Me And My House" but ternyata lagu dia yang lain juga bagus-bagus :)

So, here it is.. and buat pasangan yang udah menikah, let this be our prayer as well.. :)



***

Father, I said till death do us part
I want to mean it with all of my heart
Help me to love You more than I love her
Then I know I can love her more
Than anyone else

And bring her in your presence today
Make her what You want her to be

I pray to hear her heart
I pray she'll love You more
I pray to cherish and serve her
And we'll bring You glory today, I pray


Father, I said till death do us part
I want to mean it with all of my heart
Help me to love You more than I love him
Then I know I can love him more
Than anyone else

And bring him in your presence today
Make him what You want him to be

I pray to hear his heart
I pray he'll love You more
I pray to strengthen and serve him
And we'll bring You glory today, I pray


Lord, help me love her
As You love the church, your bride

Help me submit to him
As I submit to You, my life


This is my prayer Amen

***





Which One Is More Important?

Good bye Instagram... Good bye Twitter... Good bye Path... Good bye Pinterest...

Itu beberapa aplikasi yang akhirnya udah bisa mulai aku tinggalin beberapa minggu terakhir ini :p Yang setelah dipikir-pikir, memang gak terlalu ada gunanya, haha.. Udah terlalu banyak aplikasi di HP, and aku harus bisa mulai pinter-pinter milih.. mana yang penting and mana yang gak terlalu penting.. :)

Bukan cuma aplikasi, tapi ada begitu banyak hal dalam hidup kita yang kadang harus mulai kita cut (apalagi kalo kita mulai ngerasa hidup kita terlalu sibuk, sampe kita gak punya waktu yang berkualitas lagi buat Tuhan and buat suami). Bahkan kadang pelayanan kita pun bisa bikin kita terlalu sibuk..

Mana yang lebih penting?! Apa yang kita kejar dalam hidup kita hari-hari ini?! Tuhan? Atau uang? Karir? Popularitas? Hobby? Kenyamanan? Dan lain sebagainya...?


Ini hal yang akhir-akhir ini lagi aku pikirin, and aku bener-bener pengen hidup aku bisa back to basic lagi kayak dulu :) Aku mulai bangkitin lagi rasa lapar and haus aku akan Tuhan.. Aku mulai pakai waktu aku untuk lebih banyak dengerin Firman Tuhan (aku lagi suka banget dengerin sermon di www.reviveourhearts.com setiap hari), mulai lebih sering buka aplikasi Bible/Alkitab di HP (yang biasanya cuma kita buka kalo lagi di gereja, wkwkwk.. bener gak? hayo.. :p) jadi mulai biasain baca Firman Tuhan pas lagi di bus, lagi nunggu, dll.. Padahal sekarang akses buat baca Bible tuh gampang banget ya, gak kayak dulu.. tapi koq kita malah sia-siain and sibuk buka aplikasi-aplikasi yang lain.. bener-bener harus bertobat.. :(

Ada beberapa pelayanan juga yang akhirnya aku lepas.. majalah Pearl misalnya, and ada beberapa yang lain juga.. karena aku gak mau spend terlalu banyak waktu aku di depan laptop.. aku and suami dua-duanya kan kerja, jadi aku bener-bener mau precious our time together at home :) Apalagi aku orangnya gak multi-tasking, haha.. So I have to really know which one is more important :)

Buat aku, my personal relationship with God and with my husband are the most important thing in my life.. and aku musti rela lepasin apa aja, asal aku gak kehilangan hal ini.. Percuma aku sibuk sana-sini, dikenal banyak orang, ngelakuin hal-hal yang WOW, but ujung-ujungnya ternyata Tuhan gak kenal sama aku :( or aku juga gak dikenal sama DM :( karena aku terlalu sibuk sama hal-hal yang lain.. hm.. apa gunanya?

Jangan sampe Matius 7:21-23 bener-bener terjadi dalam hidup kita nanti:

"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"


O Lord, please help me to know and to do your will.. supaya aku bisa mengerti mana yang merupakan kehendak-Mu dan supaya aku gak kehilangan pengenalan akan Engkau..

So, maybe ini juga bisa jadi bahan renungan kita akhir-akhir ini.. terutama di dunia yang semakin sibuk and banyak distraction.. How's your personal relationship with God? Do you still have a desire to seek Him and to know Him more than anything else? Apa kita rela untuk lepasin hal-hal yang Dia minta? :)

Buat yang udah menikah.. How's your relationship with your husband (and with your children too)? Does your husband become your priority in life?


I wanna close this post with one statement from Gary Thomas:

To be loved well and to be known completely by one is far more fulfilling than being adored by many and truly known by none.




The Words I Would Say...

I think this is one of DM's favorite songs.. soalnya dia lagi sering banget pasang and dengerin lagu ini di rumah :p Aku juga udah sering denger, but cuma sekedar lewat aja, hehe.. So this morning, aku coba perhatiin liriknya and ternyata WOW.. bagus banget!! And I also wanna share this song, so it will strengthen you and become a blessing to you all.. :)

Be strong in the Lord and never give up hope!


Click Here:



"The Words I Would Say"

It's Three in the morning
and I'm still awake
so I picked up a pen and a page.
And I started writing 
just what I'd say
if we were face to face

I'd tell you just what you mean to me
Tell you these simple truths

Be strong in the Lord and
never give up hope.
You're gonna do great things
I already know
God's got his hand on you so 
don't live life in fear
forgive and forget
but don't forget why you're here
Take your time and pray
These are the words I would say

Last time we spoke
you said you were hurting
and I felt your pain in my heart
I want you to know
that I keep on praying
Love will find you where you are

I know 'cause I've already been there
So just hear these simple truths

Be strong in the Lord and
never give up hope.
You're gonna do great things
I already know
God's got his hand on you so 
don't live life in fear
forgive and forget
but don't forget why you're here
Take your time and pray
These are the words I would say

From one simple life to another
I will say
Come find peace in the Father

Be strong in the Lord and
never give up hope.
You're gonna do great things
I already know
God's got his hand on you so 
don't live life in fear
forgive and forget
but don't forget why you're here
Take your time and pray
Thank God for each day
His love will find a way
These are the words I would say.

By: Sidewalk Prophets




I Can't... But God Can...

I can't cook.. dari kecil aku gak pernah dilatih untuk masuk dapur.. and my mom juga tipe wanita kantoran, so she can't cook (palingan masak yang simple-simple aja, hehe..) and rata-rata semua urusan rumah dikerjain pembantu. Gak pernah sama sekali terlintas di pikiran aku untuk jadi seorang wanita yang bisa masak :p

Sampe akhirnya aku dikirim ke Amrik (tahun 2010-2011), di situ pertama kalinya aku ngerasa wow banget ngeliat para wanita yang mandiri and gak pake pembantu rumah tangga, hehe.. Aku masih inget banget waktu pertama kali ngeliat my host lagi baking brownies di rumah, aku sampe kaget and norak gitu, wkwkwk.. But selama di sana, aku blom ngerasa tertarik buat belajar masak. Justru mulai tertarik untuk nyoba, pas aku udah balik ke Indo.. and situasi mendukung juga, karena saat itu di rumah udah gak ada pembantu :p

So, bisa dibilang.. aku tuh belajar masak telat banget (udah sekitar umur 25!) and bener-bener harus belajar sendiri dari nol :( But I know God was preparing me to live in Australia one day.. Ada saatnya aku ngerasa gagal and minder banget.. Masakan yang menurut orang-orang gampang aja, koq kayaknya susah banget buat aku.. And aku juga bukan orang yang tau banyak soal makanan.. But dari situ Tuhan mau aku belajar yang namanya proses..

Pernah juga dulu (waktu masih di Indo) aku pernah nangis gara-gara gagal bikin kue, haha.. Aku merasa kalo aku tuh bodoh banget and kayak gak punya skill di situ sama sekali :( Trus ngeliat orang-orang yang berhasil and udah pada jago, rasanya jadi minder and mulai deh ngebandingin diri sama orang lain (kecenderungan wanita ya, wkwkwk..) Apalagi aku termasuk orang perfeksionis.. jadi kalo gagal tuh rasanya minta ampun deh.. :p

So, buat kalian yang lagi ada dalam posisi kayak gitu.. I know how it feels.. Tenang aja, you are not alone.. But you know what, justru dalam situasi kayak begitu, aku jadi bisa semakin bergantung sama Tuhan :) I know I can't, but God can.. I can do all things through Christ who strengthens me! Termasuk soal masak and bikin kue juga lho, haha.. Aku jadi sadar kalo aku ini emang gak punya kemampuan apa-apa.. everything comes from Him! Tiap kali mo masak (bahkan sampe sekarang), aku jadi selalu doa and minta kemampuan dari Tuhan.. Apalagi sekarang udah ada suami yang suka request masakan macem-macem :p So when I cook/bake something, I know it's not because of me or my skill at all! But it's all because of God.. He is also the King of my kitchen (yes! amen!)

Kemaren ini aku juga baru baca satu statement yang bilang gini:

"If God is all you have,
you have all you need..."

Justru di saat kita merasa lemah, di saat kita merasa gak mampu and gak punya apa-apa.. di situlah kuasa Tuhan bekerja and Dia bisa nyatain kemuliaan-Nya melalui kita :) It's really good to always realize that we have nothing in this world, and what we have is only GOD. Dari situ kita jadi bisa bener-bener depend on Him 100% and gak berjalan pake kekuatan kita sendiri. Bukan cuma dalam soal masak, but also in every aspect in our lives. So waktu kita berhasil, kita juga gak bisa sombong, because we know that we can't do anything without Him :) To God be the glory!


So, my next project is to learn how to drive!! Oh nooo.. haha.. Ini proses yang dari dulu belom selesai-selesai :p Dulu sih di Indo udah punya SIM (but you know lah ya, gampang banget buat dapetin SIM di Indo, hihi..) padahal nyetir juga belom bener, wkwkwk.. So, kali ini tinggal di Aussie, aku mau gak mau harus bisa nyetir, apalagi nanti kalo udah punya anak.. I really feel I can't drive at all.. :( Aku payah banget sama soal jalanan, rules lalu lintas, dll. Banyak yang bilang, nyetir di Aussie mah gampang.. But for me, it's hard.. I know I can't drive.. But.. God can.. :) That's all that I know :) So, kalo one day aku udah bisa nyetir and bisa dapet driver license di sini, aku cuma mo bilang: "It's all because of God who gives me strength! I can't... But He can..." :)


Related Post:





My Life in Melbourne (Part 3)

Aku tiba di Melbourne tanggal 8 January 2014 (tepat sebulan sebelum kami married). Dan sebenernya saat itu aku belom tahu kita bakal tinggal di mana setelah married. Aku pikir kita akan tinggal di rumah DM yang lama, dengan harga sewa yang memang agak tinggi (untuk sementara, sambil cari-cari rumah sewa yang lebih murah). But ternyata.. memang suamiku ini ahlinya kasih surprise (sama kayak Tuhan-nya, hehe..) :p

Pas hari itu juga (padahal lagi capek-capeknya baru tiba di Melbourne), si DM langsung ajak aku ke satu rumah.. and pas di depan rumah itu, dia bilang: "So, ini rumah yang bakal kita sewa and kita tinggalin setelah kita married.." WOW! Aku langsung shock and langsung gak capek lagi rasanya, haha.. And rumah ini bener-bener jawaban doa banget.. Ukurannya oke (gak terlalu gede, gak terlalu kecil), lokasinya oke (deket banget sama bus stop and plaza), trus kita juga bisa dapet harga sewa yang special karena ini rumah punya temen (Thanks to Eric and Diana! Hehe..)


God is our Provider indeed.. He knows what we need and Dia kasih right on time juga :) Lucunya, dulu kita foto pre-wedding di deket daerah rumah ini.. Trus aku inget sempet ada yang bilang (becanda doang sebenernya) "Wah, udah foto prewed di sini, berarti nanti harus tinggal di daerah sini juga dong, hehe.." And ternyata beneran terjadi! Haha.. Padahal gak mungkin banget rasanya, soalnya DM lebih prefer untuk tinggal di daerah east (daerah rumah dia sebelumnya) dibanding di sini (daerah west). But kalo memang udah Tuhan yang bawa kita ke sini ya, gak ada yang gak mungkin :)

So, inilah rumah yang sementara kita tinggalin. Kita gak tau bakal berapa lama tinggal di rumah ini.. but selama tinggal di sini, kita rindu rumah ini bisa jadi berkat, especially for our community.. Kita punya satu ruangan yang memang kita siapin buat guest room, jadi orang-orang bisa nginep.. Kadang kita suka ngundang orang dateng juga ke rumah.. And rumah ini suka dipake juga buat WPM (West Prayer Meeting) para ibu-ibu, hehe..

Ini ruang tamu, tempat serba guna, haha.. Tempat aku sama DM nonton, main, ngobrol, makan, ngapain aja deh pokoknya, hehe.. And tempat buat prayer meeting juga :)

Kita jarang makan di meja makan, lebih sering di ruang tamu, haha.. Jadi nih meja makan biasanya malah jadi meja tempat aku saat teduh :p

I really love the kitchen! :)

And this is our study room.. :)

Selain itu juga ada bed-room, guest-room, laundry-room, bath-room and toilet pastinya, hehe.. So far, I love this house and we really enjoy living here as a newly-wed couple :) Kita gak tau next bakal tinggal di mana.. Entah bakal beli rumah, or bakal sewa lagi di tempat lain.. gak jadi masalah.. yang penting nanti di Sorga kita bakal punya rumah sendiri (bukan rumah kontrakan, haha..) We don't need to be worry about our future.. kalo Tuhan aja bisa sediain rumah ini untuk kita, kita percaya pasti next-nya juga udah Dia siapin :) AMEN!

Philippians 4:19 (NIV)

And my God will meet all your needs according to the riches of his glory in Christ Jesus.


Oke sekian dulu ya bedah rumahnya, wkwkwk.. :p




The Story Behind My Wedding Dress

Persiapan wedding itu memang "sesuatu" banget! Duit ratusan juta bisa habis dalam sekejap, apalagi kalo pestanya di Indonesia, bisa milyaran kali ya sekarang, haha.. Tapi dari dulu aku selalu punya impian kepengen wedding yang simple but meaningful :) Thanks God akhirnya Tuhan kasih aku wedding di Australia, and pesta tunangan di Indonesia, jadi bisa lebih simple, hehe..

Salah satu hal penting yang harus dipikirin dalam persiapan wedding adalah soal budget. I know God can provide everything that we need, but bukan berarti kita gak perlu pake hikmat and semuanya harus serba mewah :p Kita harus tau hal apa aja yang mau kita prioritasin..

Waktu aku and DM udah mulai masuk persiapan wedding, dia tanya ke aku, hal apa aja yang penting buat aku (karena biasanya ceweq yang banyak maunya soal urusan wedding, hehe..) Ada yang memang mau prioritasin budgetnya ke wedding dress, ada yang mau spend more money ke venue/tempat, ada yang ke wedding cake, ada yang ke dekorasi, makanan, dan lain sebagainya..

And I said to him, kalo buat aku.. aku bener-bener gak prioritasin soal dress, tempat, dekorasi, cake, makanan, dll.. but aku mo prioritasin souvenir (buku "Our Love Story" maksudnya, haha..) trus dokumentasi (terutama harus ada video, supaya orang-orang yang di Indonesia and di seluruh dunia juga bisa nonton :p) sama terakhir (yang ini sih gak perlu keluar biaya) aku mau fokus di acara and suasana.. it has to be meaningful, touching.. and pengen ada first dance kalo bisa, hehe..

So, karena udah tau mana yang prioritas, jadi budget-budget yang lain bisa kita kurangin.. wedding dress misalnya :)


Aku sempet mampir ke beberapa bridal di Jakarta, buat iseng-iseng nyobain baju sambil survey harga.. and wow, harga sewa wedding dress ternyata mahal juga ya.. meskipun udah termasuk paket dsb. tetep aja mahal :p Padahal cuma buat dipake sehari, and abis itu langsung dibalikin lagi.. Duit 10-15 juta langsung hilang dalam sehari, hehe.. Bukan cuma di Indo, buat sewa wedding dress di Aussie juga malah lebih mahal lagi, haha.. Kata temen-temen sih sekitar 2000 AUD (sekitar 20 juta). So, gimana dong solusinya biar gak usah keluar duit segitu banyak?

Caranya adalah, aku bikin bajunya di Indo.. trus dibawa ke Aussie, hehe.. Ternyata harga buat bikin itu jauh lebih murah daripada sewa. Selain bisa jadi hak milik seumur hidup, kita juga bisa nentuin sendiri model bajunya mau kayak gimana :) Aku search di internet, sempet bingung juga karena banyak bener pilihannya.. but akhirnya aku milih satu model baju yang di-design Vera Wang (trus aku tambahin bagian pundaknya biar gak terlalu terbuka) So, kayak begini deh jadinya.. :)


Model baju ini gak ada "buntut" nya, jadi aku sengaja beli veil yang agak panjang buat dijadiin buntut, hehe.. Trus pas selesai pemberkatan, aku lepas veil nya supaya bisa dance and gak keserimpet (ampun deh bahasanya, tapi ngerti kan maksudnya? haha..)

Aku bener-bener gak nyesel sih bikin baju ini.. siapa tau one day bisa buat dipake lagi and buat foto-foto lagi (kalo masih muat tapi ya, wkwkwk..) And aku jadi suka saranin ke temen-temen yang mo married untuk bikin, daripada sewa.. Memang harganya beda jauh banget ya? Yup, jauh banget.. Biaya yang dikeluarin buat bikin baju ini, sama baju tunangan aku yang warna ungu, total semuanya (buat 2 baju lho ya..) masih di bawah 4 juta! So we can save our money buat hal-hal yang laen, hehe..

So inti dari cerita aku kali ini (khususnya buat yang lagi pada persiapan wedding), just be wise.. khususnya dalam ngatur soal budget.. The most beautiful wedding is not always the most expensive one :) Kecuali kalo memang orang tua kita yang mau dan mereka yang biayain buat semuanya, ya apa boleh buat, terima aja, haha.. Yang penting semua bisa happy :p But I know ada beberapa pasangan yang harus siapin budget and harus ngatur semuanya sendiri.. Or ada yang mau married di luar negeri, and lagi kebingungan soal wedding dress, maybe this can be an idea for you :)

So, all the best buat semua yang lagi pada persiapan wedding.. Kamu juga bisa baca artikel aku yang judulnya There is no "Perfect Wedding" di sini:


Be blessed! :)








 
THE PRESENT Blog Design by Ipietoon